Wanita Network

L’Homme À la Rose, Mawar untuk si Maskulin

Bagi Francis Kurkdjian, wewangian tidak seharusnya dipisah-pisahkan berdasarkan gender. Tidak ada aroma yang maskulin maupun feminin, semua bergantung pada si pemakai dan interpretasi masing-masing pribadi.
 
Dalam proses penciptaan, hal ini selalu dipegang oleh perfumer senior dan legendaris ini. Meski kreasinya selalu hadir berpasangan, untuk pria dan perempuan, seluruh parfum Maison Francis Kurkdjian selalu ditujukan bagi siapa saja yang menghargainya, bebas dan terlepas dari pengkotak-kotakan masyarakat.
 
Begitupun dalam aroma terbarunya yang diluncurkan tahun ini. L’Homme À la Rose diciptakan untuk melengkapi “belahan”-nya, À la Rose yang diluncurkan beberapa tahun silam dan menjadi salah satu dari sekian banyak kreasinya yang fenomenal.
 
“Saya melihat bahwa À la Rose butuh pendamping untuk melengkapinya, menjadi sebuah pasangan, seperti kreasi saya yang lain. Maka saya ciptakan L’Homme À la Rose,” jelas Francis dalam sesi peluncuran daring yang dihadiri oleh jurnalis dari berbagai penjuru dunia, termasuk Dewi.
 

 
Ia tidak takut mengedepankan bunga mawar sebagai jantung dari kreasinya. “L’Homme À la Rose adalah interpretasi bebas saya akan mawar untuk kaum pria.” Aroma bunga mawar sendiri, menurut Francis, meski kuat namun memiliki keunikan dalam sifatnya yang bila dikombinasikan dengan aroma lain yang lebih kuat seperti Oud atau kulit, akan bertransformasi menjadi aroma mawar yang lebih segar bahkan lembut.
 
Maison Francis Kurkdjian L’Homme À la Rose adalah wewangian floral yang cerah, dengan sifat woody serta “hijau”.  L’Homme À la Rose hadir dengan perpaduan dari aroma buah grapefruit yang segar dan pahit dengan mawar Damaskus dari Bulgaria, daun Sage dari Prancis yang hijau dan herbal, mawar Centifolia dari Grasse, serta kayu amber yang hangat dan membumi.
 
Gambar setangkai mawar yang baru akan mekar dalam warna hijau menghiasi kotak kemasan Maison Francis Kurkdjian L’Homme À la Rose. Warna hijau yang sama pun menghiasi bingkai pada label yang tertempel di botol kaca parfum. “Warna hijau ini diambil dari warna bagian belakang dari daun bunga mawar itu sendiri,” ucap Francis.
 
Tulisan À la Rose pada desain kemasan menggunakan warna pink yang sama dengan desain parfum À la Rose sebelumnya, mewakili sisi feminin dari kreasi ini. Di atasnya, guratan tulisan L’Homme dari tangan Francis sendiri ditambahkan, mewakili sentuhan literal sang kreator. Tutup botol yang biasanya berwarna metal mulus, kini tampil lebih berkarakter dengan bahan raw zinc berdetail patina yang menyiratkan kekuatan. Kreasi ini seolah menjad simbol sempurna dari kelengkapan dan keseimbangan femininitas dan maskulinitas. Foto: Dok. Maison Francis Kurkdjian.


Artikel ini sudah dipublikasikan di www.dewimagazine.com


Baca Juga:

Kim Jones Pengarah Artistik FENDI