Wanita Network

4 Cara Agar Karyawan Tetap Inovatif Selama Pandemi


Foto: Pexels

Pandemi COVID-19 tiba-tiba membuat semua perusahaan harus menutup kantor dan karyawan menjalani work from home, bekerja secara jarak jauh. Meski awal-awalnya dulu penuh perjuangan, namun bekerja dari rumah juga akhirnya membuahkan berbagai inovasi dan perubahan dalam bekerja. Meski ada juga yang pesimistis. Salah satunya adalah Nicholas Bloom, professor ekonomi dari Stanford Graduate School of Business, seperti dikutip dari Inc.com mengatakan, dia telah diskusi dengan banyak CEO dan karyawan yang mengatakan bahwa work form home tidak efektif.

Memang perubahan dan krisis bisa mendorong kreativitas, namun Bloom tak yakin hal itu bisa menutup kekurangan dari bekerja di rumah. "Saya takut tahun 2020 menjadi tahun dengan sedikit inovasi, dan tahun 2021 menjadi tahun kekecewaan,” ujarnya.
 
Survei terbaru yang dilakukan Inc oada 500 perusahaan menemukan bahwa dua pertiga responden berniat untuk meningkatkan kapabilitas karyawan untuk bekerja dari rumah. Sekitar 2 persen akan melakukannya dengan sepenuhnya virtual.

Jadi, bagaimana untuk tetap mempertahankan kreativitas tim dalam dunia kerja yang serba digital ini? Berikut ini beberapa sarannya:

Sekali-kali Bertemu Fisik
Inovasi membutuhkan kepercayaan: orang harus merasa aman untuk mengeluarkan ide-idenya. Salah satu sinyal yang dibutuhkan adalah kontak mata dari rekan kerja, yang sulit diperoleh lewat Zoom.
Karena itu, tim sebaiknya ada saat-saat untuk bertemu secara fisik, terutama dalam pembahasan input ide. Tentu dengan protocol kesehatan.

Hal ini untuk membangun kepercayaan dan rasa memiliki satu sama lain. Ketika kita secara rutin mengadakan pertemuan, maka akan terbangun budaya terhubung.

Pentingnya Bermacam Sudut Pandang
Inovasi berkembang karena adanya berbagai macam perspektif dan pengalaman. Kolaborasi digital memungkinkan semua terjadi. Saat ini dimungkinkan berbagai perusahaan dari bidang yang berbeda bisa bekerjasama.

Disarankan pentingnya membuat sesi rapat dengan  lebih banyak orang, bukan hanya terbatas pada tim tertentu saja. Syaratnya, harus terbuka dan menjelaskan secara transparan project apa yang sedang dipersiapkan, sehingga bisa menarik orang untuk merasa perlu berkontribusi.
 
Beri Suara Pada Pihak Yang Tak Punya Suara
Inovasi juga membutuhkan kontribusi dari semua level. Platform seperti Zoom disebut sebagai platform yang demokratis karena memungkinkan semua level berpartisipasi karena tidak ada satu orang yang duduk di kepala meja. Semua orang ada di sudut masing-masing, sehingga hal ini bisa memberikan keberanian pada orang yang masih junior atau berpengalaman untuk bersuara. Termasuk juga orang-orang introvert pun bisa bersuara lewat chat room.

Jangan Terlalu Kaku
Inovasi akan menurun seiring dengan energi dan focus dari tim. Untuk menghindari kekeringan energi, maka dalam setiap meeting inovasi, sebelumnya jadwalkan satu jam istirahat. Selain itu bisa dicoba, saat rapat yang membahas inovasi dilakukan hanya dengan audio saja, kamera tak perlu menyala, karena peserta bisa sambil berjalan-jalan untuk menghindari kebosanan. Yang tak kalah penting, moderator atau pemimpin rapat harus menguasai tools yang digunakan untuk memastikan rapat berjalan lancar. (wn)


Baca JUga:

Berbisnis dengan Pasangan Ada Aturannya

Sukses Berbisnis di Usia Muda? Kenapa Tidak