Wanita Network

5 Pelajaran Hidup dari The World of The Married

Foto: Istimewa

 

Serial The World of The Married menjadi drama paling popular di Korea maupun di Indonesia. Hal itu terlihat dari rating yang terus melonjak dari awal episode hingga akhir season. Bukan hanya sekadar drama perselingkuhan, The World of The Married lebih menekankan pada sebuah hubungan kepercayaan dalam ikatan pernikahan.

 

Namun, ada yang menegangkan yaitu ending atau akhir kisah yang menuai beragam reaksi dari penonton. Sebagai informasi tambahan, drama yang tayang di stasiun TV JTBC ini baru saja tamat lewat episode 16 yang tayang 16 Mei lalu.

 

Sebagian penonton menyadari bahwa drama korea The World of The Married berakhir dengan mengungkap begitu dalamnya rasa sakit yang dirasakan oleh Lee Joon Young sebagai anak dari korban perceraian. Kendati demikian, Ji Sun Woo mengatakan bahwa dalam sebuah pernikahan tak ada yang mutlak soal siapa yang menyakiti dan siapa yang tersakiti. Yang pasti, dalam sebuah perceraian, anaklah yang akan selalu menjadi korban.

 

Jalan cerita yang membuat gemas penontonnya, penuh dengan lika-liku kehidupan. Tapi di balik semua itu ada banyak pelajaran hidup yang dapat kita cerap dari situ. ini dia di antaranya:

 

1. Jangan terlihat lemah di depan orang lain

Meskipun Ji Sun Woo dalam kondisi sedih karena habis bercerai, ia tetap tidak menunjukkan lemah. Sekalipun tetangga menggunjing kehidupannya, dia tetap terlihat kuat seperti tidak terjadi apa-apa. Ji Sun Woo memiliki komitmen yang kuat yaitu pasangan suami istri harus menjaga anak-anak mereka. Lindungi anak-anak mereka yang masih muda di tengah badai yang diciptakan orang dewasa. Tidak boleh menciptakan masalah baru terlebih dalam diri anak di tengah badai yang tercipta dalam keluarganya.

 

2. Emosi tidak menjadi solusi, bahkan dapat menghancurkan banyak hal

Ji Sun Woo sangat marah saat tahu bahwa suaminya (Lee Tae Oh) berselingkuh dengan Yeo Da Kyung. Apalagi setelah ditanya tapi tidak mengaku juga. Akhirnya Ji Sun Woo terbawa emosi dan memutuskan bercerai meskipun masih belum rela. Peran Ji Sun Woo digambarkan memiliki segalanya. Ia memiliki suami yang menyayanginya dan seorang anak lelaki baik. Selain itu, Ia juga sukses menjadi seorang dokter dengan jabatan direktur muda dan punya teman yang baik dan penuh perhatian. Semua terlihat sempura sampai akhirnya terjadi sesuatu yang membuka mata Ji Sun Woo bahwa hidupnya sebenarnya tak seindah apa yang ia lihat selama ini.

 

3. Berdamai dengan masa lalu

Setiap orang tidak terlepas dari masa lalu yang menyedihkan atau menyakitkan. Hampir setiap orang pernah mengalami peristiwa tidak menyenangkan di masa lalu. Mungkin terkesan sepele, tapi tidak sedikit orang yang pada akhirnya menjadi tertutup dan menarik diri dari lingkungan sekitar karena pengaruh masa lalu yang buruk. Setelah bercerai, Ji Sun Woo dan Lee Tae Oh keliatan sama-sama tidak bisa melupakan kehidupan sebelumnya. Keduanya sama-sama belum berdamai dengan masa lalu, sehingga menimbulkan banyak konflik baru.

 

4. Bila dijalani dengan kebohongan, dipastikan tidak akan berakhir bahagia

Tidak bisa dipungkiri, sebuah pernikahan akan berjalan beriringan dengan beragam konflik. Sayangnya, konflik tidak akan mungkin bisa dihilangkan dari sebuah pernikahan. Tapi bagaimana bila perselingkuhan itu ada? Sepanjang seri Lee Tae Oh banyak berbohong kepada orang di sekitarnya, terutama istri dan anaknya. Kebohongan itu pada akhirnya merugikan dirinya sendiri, hidupnya jadi banyak masalah.

 

5. Cobalah melatih kemampuan membaca karakter orang

Kemampuan untuk membaca karakter orang untuk mengamati kemampuan lain seperti membaca emosi atau mendeteksi kebohongan. Pada bagian awal drama korea ini, kita melihat bahwa orang-orang di sekeliling Ji Sun Woo berpura-pura baik. Semua kerabatnya ikut dalam kebohongan suaminya. Mereka sangat pandai menyembunyikan itu semua dan bersikap baik seolah-olah tidak ada yang perlu di khawatirkan dari suaminya. Sekalipun dalam kehidupan kita harus cepat tanggap membaca karakter orang lain agar kita tidak terjerumus di kehidupan yang kelam.

 

Kesimpulannya, berpegang teguhlah pada pentingnya komunikasi dalam sebuah keluarga. (wn)