Wanita Network

Arsitek Bicara Desain Rumah Setelah Pandemi

Foto: Pexels

 

Berdiam diri di rumah selama hampir 3 bulan tentu akan mengubah pandangan orang tentang sebuah rumah. Dia menjadi tempat berlindung paling aman selama pandemi ini. Hal ini diungkap oleh Jeffrey Steele, kolumnis forbes.com. “Banyak yang percaya efek pandemi ini akan mengubah tampilan dan fungsi tempat tinggal tunggal dan multikeluarga di masa depan,” tulis Steele di forbes.com.

 

Rumah masa depan akan menampilkan perabotan dengan bahan yang antimikroba dan mudah dibersihkan. Mereka juga akan menyediakan tempat penyimpanan makanan beku, tata letak ruangan yang dapat disesuaikan untuk memungkinkan beragam fungsi, dari kamar tidur hingga ruang olahraga di rumah, dan peralatan kebersihan untuk membatasi penyebaran kuman.

 

Baca juga: 5 Dekorasi Rumah Yang Menyalahi Prinsip Fengshui

 

Berikut ini adalah pandangan para arsitek tentang bagaimana COVID-19 akan memengaruhi desain rumah setelah pandemi:

 

Batas ruang yang lebih jelas

Dwayne MacEwan, pendiri DMAC Architecture di Illinois mengungkapkan, generasi pembeli berikutnya akan mencari rumah yang menampilkan ruang hidup dan ruang kerja yang lebih jelas atau mudah beradaptasi. “Untuk beberapa keluarga, ada beberapa orang dewasa membutuhkan ruang kerja. Ketika pendidikan berlangsung pembelajaran jarak jauh, berarti anak juga membutuhkan tempat beraktivitas. Jelas, bekerja dari rumah bukan obat mujarab untuk semua orang. Tapi pandemi ini telah menunjukkan bahwa kita mampu menjadi produktif dengan lingkungan kerja yang kondusif di rumah dan akses ke alat yang tepat,” jelasnya.

 

Perubahan mendadak

Dampak jangka panjang dari krisis global adalah permintaan akan tempat tinggal yang serbaguna, fungsional, modular, dan mudah beradaptasi dengan perubahan gaya hidup yang tiba-tiba. Demikian kata Jario Vives, arsitek utama di Pininfarina di Cambiano, Italia. Kamar multifungsi akan menjadi keharusan setelah pandemi. “Modular dalam konteks ini berarti ada sistem yang telah ditentukan yang memungkinkan fleksibilitas,” kata Vives.

 

Ada beberapa opsi furnitur modular yang dirancang dengan baik yang datang sebagai unit yang dibuat sebelumnya, tetapi kemudian dapat dikombinasikan dengan berbagai cara untuk melengkapi ruangan. “Kami juga telah melihat beberapa sistem furnitur robot yang dapat mengubah atau menciptakan lebih banyak ruang sesuai kebutuhan untuk mencocokkan cara kita hidup, bekerja, makan, bersantai, berolahraga, dan banyak lagi di rumah kita,” kata Vives.

 

Memikirkan kembali kemewahan

Kondisi keuangan yang banyak dialokasikan untuk berjuang pulih dari pandemi akan mengikis dana belanja rumah dan perabot mewah. Hal itu diungkapkan oleh Daun St. Amand, AIA, pimpinan kantor arsitek Callison RTKL di Los Angeles, California. Dengan pergantian ini, akan terjadi perubahan drastis dalam desain interior dan komponen arsitektur rumah. “Untuk menciptakan lingkungan dalam unit yang lebih kecil, akan diperlukan untuk mengintegrasikan elemen-elemen yang secara alami membuat ruang terasa lebih besar, mulai dari pemilihan pencahayaan dan kualitas udara hinggan pandangan,” kata St Amand.

 

Dominasi dapur

Pandemi akan memberikan dorongan tambahan untuk tren baru, yaitu dapur sebagai jantung rumah. “Kami akan kembali ke dasar, memikirkan hal-hal pertama yang kami butuhkan yang sangat penting, bukan hal-hal yang kami butuhkan untuk mengesankan orang,” kata Mary Maydan, pendiri kantor Arsitek Maydan yang berbasis di California. (wn)

 

Baca juga: Cara Tingkatkan Level Energi dari Dapur