Wanita Network

3 Desainer Dewi Fashion Knights Pilih Pamerkan Kain Sisa Di Penutupan Perhelatan JFW Virtual 2021

4 Ksatria Dewi Fashion Knights tutup Jakarta Fashion Week 2019 dengan memukau
Foto: Instagram/dewimag


Dari sekian banyak agenda dalam penyelenggaraan Jakarta Fashion Week (JFW), Dewi Fashion Knights (DFK) sebagai acara puncak sekaligus penutup selalu jadi satu yang dinanti.
 
Untuk kali ke-13, gelaran Dewi Fashion Knights (DFK) di Jakarta Fashion Week kembali diselenggarakan. Namun kali ini semuanya digelar secara virtual. Sosok-sosok desainer, dalam kasus ini disebut ksatria, yang selalu bikin penasaran.
 
Margaretha Untoro selaku Editor in Chief Majalah Dewi menjelaskan bahwa pemilihannya bukan sekadar yang sudah dikenal khalayak, namun juga punya cerita kuat dalam setiap koleksi. Di samping, tentunya punya semangat serupa dengan tema tertentu yang diusung.
 
"Tahun ini temanya adalah Gaia: Mother Earth. Kembali ke ibu, akar, dan nurani," katanya dalam jumpa pers virtual, Selasa (17/11/2020). Pemikiran tersebut dirasa sangat relate dengan kondisi sekarang, di mana pandemi membuat tak sedikit orang melakukan refleksi ke dalam diri, mempertanyakan kembali hal-hal esensial dalam hidup.
 
Mengambil tema 'Mother Earth', DFK tahun ini mengajak penikmat mode untuk berefleksi seiring berbagai perubahan yang terjadi selama pandemi COVID-19.
 
"Kita menengok perjalanan dari awal tahun saat paparan pandemi. Perjalanan ini (memberikan kesempatan untuk) banyak berefleksi ke dalam diri. Selain pandemi, ada banyak gejolak baik ekonomi, juga politik. Di momen seperti ini, kita mulai mempertanyakan hal-hal yang esensial untuk hidup. Back to basic, apa yang benar-benar dibutuhkan," ujar Margaretha.
 
1/ Chitra Subyakto
Buat Chitra, pandemi jadi kesempatan untuk kembali memikirkan dampak dari apa yang diperbuat manusia. Perbuatan atau karya manusia sekarang akan sangat menentukan kondisi generasi berikutnya. Wanita yang lebih suka disebut pecinta kain ketimbang desainer ini mencoba mengolah kegelisahan ini jadi busana.
 
“Saya cukup hobi memperhatikan kebiasaan orang berpakaian di zaman dahulu. Hampir semua bersih, tipe pakaian terbatas, tipe warna, itu semua akan hadir di DFK kali ini. Intinya semua kesederhanaan dan proses lebih ramah terhadap ibu bumi," jelas Chitra,”
 
Mengingat industri mode jadi penyumbang polusi dunia, Chitra tidak ingin menambah tangisan bumi.
 
“Saya masih belajar terus untuk tetap berkarya tanpa menambahkan polusi dunia. Seperti yang teman-teman tahu, fashion adalah 5 besar penyumbang polusi dunia. Aku dan tim terus melakukan research, kami menggunakan kain-kain sisa produksi dan ramah lingkungan, dan memanfaatkan kembali pre-consumer waste (limbah prakonsumen).”
 
2/ Lulu Lutfi Labibi
Senada dengan Chitra, Lulu mengatakan pandemi adalah guru terbaik untuk melihat apa yang sudah dimiliki. Dalam kasusnya, Lulu tak sama sekali membeli bahan baru dalam menciptakan koleksi untuk acara puncak JFW 2021.
 
Koleksi nanti, Lulu menjelaskan, merupakan pengembangan konsep yang dinamainya sebagai "Sandang, hening, cipta, dan puisi." Visualnya merupakan refleksi pemikiran desainer asal Yogyakarta tersebut terhadap puisi tentang manusia dan sandang karya Joko Pinurbo.
 
Ia memanfaatkan bahan lama yang semua tak terpikir bisa dipakai lagi, namun berubah ketika sudah digubah dan menghasilkan visual baru.
 
 
3/ Toton Januar
Sedangkan menurut Toton Januar, dirinya banyak melakukan kotemplasi di rumah dalam menciptakan karya untuk DFK. Lantaran kebijakan karantina mandiri selama pandemi juga, ia menjadi lebih banyak berpikir tentang hubungan manusia dengan spiritualitas.
 
Yang menarik, desainer dan pemilik label Toton ini sama sekali tidak berbelanja kain baru. Dari hasil bongkar gudang, ia masih menemukan kain-kain dari koleksi beberapa tahun lalu. Kain-kain ini pun diolah jadi busana dengan teknik-teknik khas Toton seperti makrame juga bordir.
 
"Lewat koleksi ini ada kesempatan buat saya sebagai desainer untuk mengunjungi itu (apa yang saya miliki) lagi. Saya ingin menampilkan sesuatu yang sesuai, make sense dalam hal potongan busana di situasi sekarang tapi tetap bisa mengangkat spirit orang," ujar Toton dalam kesempatan serupa.
 
Bocorannya, Anda bakal dibuat pangling dengan tampilan busana karya Chitra Subyakto, Lulu Lutfi Labibi, dan Toton Januar.
 
Saksikan perhelatan #DFK2020 di JFW.TV pada 29 November 2020. (wn)

Baca Juga:

Pergelaran Mode Jakarta Fashion Week 2021 Kembali Digelar Menyesuaikan Era Normal Baru
5 Potret Perjalanan Karier Paula Verhoeven, Supermodel Indonesia!