Wanita Network

Youth Activist Meet-up: Inilah Saatnya Anak Muda Peduli

 
Saat ini wirausaha sosial, atau lebih kita kenal sebagai social entrepreneurship, sedang menjadi fenomena. Berbeda dengan usaha konvensional yang fokusnya pada keuntungan maksimal di tengah persaingan, social entrepreneurship lebih menekankan tujuan untuk memberikan manfaat positif bagi masyarakat.
 
Tentu ini merupakan fenomena yang menggembirakan dan patut dipertahankan, mengingat nilai-nilai leluhur seperti gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia akan kembali menguat.
 
Dan sekarang adalah masanya anak muda yang memang akan menjadi agen perubahan, terutama untuk memberikan solusi atas beragam masalah sosial di sekitar kita.
 
Untuk itulah GCM menggelar sebuah kegiatan inspiratif Youth Activist Meet Up (YAMU) yang akan dilaksanakan pada Jumat, 14 Februari 2020 di Villa Ombak Biru, Batu Belig, Bali. Dalam acara ini akan hadir tokoh-tokoh yang sukses terjun di dunia wirausaha sosial dan membagikan ilmunya untuk anak-anak muda masa kini yang berminat mendalami dunia social entrepreneurship.
 
Mereka adalah Melati Wijsen (Bye Bye Plastic), Gary Bencheghib (Make A Change World), Mira Hoeng (Miwa Pattern), Evan Sebastian (FITCO Indonesia), Arvin Dwiarrahman (Kopernik), dan Dini Indrawati Septiani (country representative from AVPN).

Dipastikan acara akan berjalan dengan seru, karena selain conference ala anak muda juga bakal ada fun workshop dan sunset pool party. Dan yang lebih penting adalah peserta akan mendapatkan pemahaman berharga bahwa social entrepreneur juga bisa menjadi pilihan profesi yang menjanjikan untuk masa depan.
 
CEO GCM Group, Svida Alisjahbana, memberikan pernyataan untuk memicu passion anak-anak muda yang berniat terjun ke dunia social entrepreneurship berikut ini:
 
“Sebuah perusahaan didirikan tidak semata untuk mencari keuntungan, tapi juga untuk memenuhi aspirasi masyarakat sebagai  bagian dari sistem sosial yang lebih luas. Jadi, performa perusahaan harus diukur tak hanya dari keuntungan material yang diperoleh, tapi juga ‘apa untungnya’ perusahaan tersebut terhadap lingkungan, sosial, dan sasaran-sasaran yang dicanangkan oleh pemerintah.”
 
Untuk registrasi dan informasi tentang YAMU, hubungi Tasya ?0812-1348-8515 (WhatsApp). (wn)