Wanita Network

Mengatasi Suami yang Tidak Teratur

Foto: Pixabay
 

Perkara kecil yang seringkali menjadi pemicu pertengkaran adalah saat suami Anda yang sama sekali tak bisa rapi saat mengambil pakaian di lemari. Itu hanya satu contoh. Belum lagi sembarangan menaruh cucian kotor. Apalagi Anda tidak punya pembantu. Seharusnya pekerjaan rumah bisa dilakukan berdua. Ternyata si dia juga tidak mau bergantian mengepel lantai, dan lain-lain. Tiap kali ditegur malah uring-uringan. Pusing, kan!
 
Nah, jangan menyerah dulu. Simak beberapa tips di bawah ini agar hidup Anda berjalan dengan selow:
  • Jangan pernah merasa terbebani selama masih bisa mengerjakan hal yang baik, terutama bagi diri sendiri. Jika Anda merasa keberatan membereskan pakaian di lemari, pisahkan lemari pakaian Anda dengan lemari pakaian suami, biarkan ia yang menatanya sendiri. Singkatnya, belajarlah mempertanggungjawabkan barang-barang pribadi, termasuk penataannya.
  • Sediakan tempat cucian kotor. Jika cucian tidak diletakkan di sana, berarti tidak perlu dicuci. Jika ia bertanya mengapa tidak dicuci, jelaskan karena ia tidak meletakkan di tempat yang seharusnya. Jadi, Anda tidak mau beranggapan bahwa pakaian suami sudah kotor dan layak dicuci, jika yang empunya sendiri belum menganggap perlu untuk dicuci.
  • Masalah rumah, bukan berarti karena Anda berdua tinggal bersama lantas mengabaikan kenyamanan Anda sendiri. Tidak ada salahnya Anda melakukan penataan ruangan guna kenyamanaan Anda, walau mungkin orang lain turut merasakannya.
  • Apabila kondisi ini terasa cukup mengganggu dan membuat Anda kesal, sebaiknya jangan dibiarkan berlarut-larut. Ini perlu diungkapkan kepada suami agar ia memahami apa yang Anda rasakan. Bicarakan semua ini dengan kepala dingin dan tunjukkan kepada suami bagaimana Anda ingin mengelola kebersihan dalam rumah tangga ini. Kalau perlu, Anda berdua bisa memperbarui kesepakatan lama dan membuat kesepakatan baru yang bisa dijalani berdua.
  • Terakhir jika sudah mentok, Anda bisa mempekerjakan asisten rumah tangga jika pekerjaan rumah dirasa terlalu berat bagi Anda dan suami. Ini akan mengeluarkan biaya tambahan, tetapi mungkin bisa mengembalikan kebersihan, keteraturan dalam rumah. Dan, yang terpenting, menjaga keharmonisan hubungan Anda dan suami. (wn)