Wanita Network

Akan Hengkang Dari Hongkong, Amerika Serikat Pertimbangkan Larang TikTok

Foto: Pixabay, edited by WN

 

Pemerintahan Presiden Donald Trump yang sedang fokus untuk mendepak perusahaan hardware China dari pasar Amerika, termasuk Huawei dan ZTE, saat ini juga mulai menoleh ke aplikasi media sosial China.

 

Menurut laporan CNBC, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan pada Fox News bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan melarang media sosial yang dimiliki perusahaan China, termasuk aplikasi berbagi video TikTok.

 

"Kami sangat serius dalam hal ini, dan sedang mempertimbangkannya. Dengan segara respek terhadap aplikasi dari China ini di ponsel masyarakat," ujar Pompeo.

 

Pada 30 Juni, dilaporkan bahwa Huawei dan ZTE dimasukkan sebagai ancaman nasional. TikTok sepertinya akan menjadi target selanjutnya, dan ketika ditanya oleh Fox News bila warga Amerika tetap menggunakan aplikasi ini, Pompeo menjawab, “Jika Anda ingin informasi pribadi Anda jatuh ke tangan Partai Komunis China.”

 

TikTok dimiliki oleh perusahaan China, ByteDance. Namun, aplikasi berbagi video ini sangat ingin menunjukkan bahwa mereka bukan dari China.

 

Menanggapi Pompeo, juru bicara TikTok, seperti dikutip Entrepreneur.com mengatakan, bahwa TikTok dipimpin oleh CEO yang orang Amerika, dengan ratusan pegawai dan pimpinan kunci yang menangani keamanan, produk, dan kebijakan publik Amerika.  “Tak ada yang lebih penting bagi kami selain memastikan keamanan bagi pengguna. Kami tidak pernah memberikan data ataupun diminta data oleh pemerintah China,” ujar pernyataan resmi TikTok.

 

TikTok juga mengatakan, bahwa data mereka disimpan dalam server yang berkolasi di Amarika dan di-back up di Singapura. Tidak ada pusat data mereka di China. Menurut laporan BBC, TikTok juga akan hengkang dari Hongkong sebagai akibat dari undang-undang keamanan yang baru dari Pemerintah China. (wn)

 

Baca Juga:

Promosi Brand di TikTok, Bisa Viral atau Basi

Siya Kakkar, Seleb TikTok Usia 16 Tahun Mati Bunuh Diri. Karena Depresi?