Wanita Network

Revenge Porn, Kekerasan Seksual Yang Bisa Dialami Siapa Saja

Foto: Pexels
 
Hai-hari ini, netizen Indonesia dihebohkan oleh video hubungan intim berdurasi pendek yang diduga penyanyi Gisel. Nama Gisel pun menjadi trending topik. Sejauh ini, Gisel tidak memberikan komentar apapun mengenai video yang diduga dirinya.
 
Sempat ada yang menduga bahwa kehebohan video tersebut adalah bentuk revenge porn, meski belum ada klarifikasi resmi mengenai hal tersebut hingga kini.
 
Pengertian revenge porn adalah mantan pasangan (biasanya laki-laki) mengunggah materi berupa gambar atau video seksual, untuk disebarluaskan di internet bisa melalui media sosial atau website pornografi, tanpa persetujuan, dengan tujuan untuk balas dendam setelah hubungan romantis berakhir (Mcglyn et al, 2017). Revenge porn menjadi fenomena ketika kehidupan sehari-hari kita tak lepas dari perkembangan teknologi, termasuk internet.
 
Studi yang dilakukan oleh asosiasi sedunia untuk komunikasi progresif bagi program hak-hak perempuan menetapkan bahwa mengambil, mengunggah, serta menyebarkan foto atau video intim tanpa persetujuan merupakan salah satu bentuk kekerasan seksual.
 
Revenge porn pernah dialami oleh politisi Amerika serikat Katie Hill. Tahun lalu, setelah berhasil mendapatkan kursi sebagai wakil rakyat, Katie harus menerima kenyataan pahit ketika foto mesranya dengan salah satu stafnya dibocorkan ke publik. Katie pun akhirnya mundur dari posisinya karena terkena aturan etika.

Saat itu, publik pun rame-rame menyalahkan Katie yang dianggap tidak hati-hati.
"Cara terbaik untuk menghindar sebagai korban revenge porn adalah sama sekali tidak mengambil foto telanjang atau video hubungan intim,” ujar komentator politik Alice Stewart kepada CNN.
 
Di Amerika Serikat sendiri, menurut situs Genesis, yang merupakan suatu women’s shelter and support, berbagi foto telanjang adalah hal yang umum dilakukan oleh suatu pasangan.

Sekitar 88 persen orang dewasa di Amerika pernah mengirimkan foto telanjang kepada pasangannya. Sekarang ini, revenge porn pun makin menjadi ancaman, yaitu 1 dari 25 orang di Amerika bisa terkena revenge porn, terutama bagi para wanita yang risikonya dua kali lipat daripada pria.

Sementara, penelitian yang dilakukan di Australia pada tahun 2017, 1 dari 12 responden mengatakan bahwa foto telanjangnya bersama pasangannya pernah dipublikasikan tanpa permisi. Korbannya pun tak memandang usia. Dalam penelitian ini juga menunjukkan, 20 persen dari korban adalah mereka yang berusia di atas 50 tahun. (wn)


Baca Juga:

RUU PKS Tak Jadi Prioritas Pembahasan DPR, Pasal Kekerasan Seksual, Aborsi dan Perbudakan Seksual Masih Kontroversial