Wanita Network

Jika Anda Dan Sahabat Berbeda Pandangan Politik. Harus Bagaimana?

Foto: Pexels
 
Sejak kran demokrasi di negara kita dibuka dan masyarakat memilih pemimpin secara langsung, harus diakui kita gampang terbelah dan saling menghujat karena beda pilihan politik. Terlebih dengan masifnya penggunaan media sosial dalam menyebarkan berbagai informasi, termasuk hoax, banyak orang jadi mudah terpancing emosi dan dengan mudah ikut mengolok-olok pihak yang berseberangan dengannya. Tentu masih ingat kan, sebutan cebong dan kampret yang hingga pilpres selesai pun tak kunjung mereda.
 
Berbeda pilihan dan pandangan politik tentu sah-sah saja, karena itu hak setiap orang yang dilindungi Undang-undang. Tetapi, ketika menjalaninya apalagi bila berbeda dengan orang terdekat seperti sahabat, ternyata cukup sulit. Tak heran, bila gara-gara beda pilihan calon gubernur atau presiden pun meretakkan sebuah persahabatan.
 
Lalu, apa yang harus kita lakukan bila sahabat memiliki pandangan politik yang berbeda?
 
Lakukan ini:

1/ Dengarkan apa yang sahabat Anda katakan dan luangkan waktu sejenak untuk berpikir sebelum menjawab. Hal ini untuk menghindari Anda melontarkan jawaban-jawaban yang emosional dan tak rasional.

2/ Tak ada salahnya menjadi orang pertama yang meminta maaf jika pertengkaran memanas.

3/ Tetap terbuka untuk mendengar pendapat atau pandangan berbeda meskipun Anda yakin tidak akan setuju.

4/ Jangan mempermalukannya dengan senagaja di depan teman-teman Anda yang lain, baik secara langsung atau di media sosial.

5/ Jangan bicara mewakili suatu kelompok yang Anda tidak menjadi anggota kelompok tersebut.

6/ Jangan takut mengakhiri persahabatan jika teman Anda ternyata bisa membenarkan perilaku kekerasan, penghinaan dan tindakan-tindakan tidak baik lain, untuk membela pandangan politiknya. (wn)


Baca Juga:

Najwa Shihab: Tentang Caranya Merawat Kemanusiaan

Kamala Harris, Wanita Kulit Hitam Yang Digandeng Joe Biden Sebagai Cawapres Amerika