Wanita Network

Bisnis Olahan Pangan: Frozen Food Yang Kian Dicari

Foto: Pexels

 

Pandemi COVID-19 ternyata membuat permintaan pasar akan frozen food luar biasa besar. Demikian menurut Yuyun Anwar, ahli olahan pangan dalam Wanita.Network Podcast yang bisa didengarrkan melalui webiste ini. Frozen food iadalah jenis bahan pangan yang diawetkan menggunakan suhu dingin dan dipertahankan dengan rantai dingin. Rantai dingin adalah semua dari tahapan, mulai dari pembelian bahan baku sampai disimpan konsumen,  suhunya dipertahankan tetap dingin.

 

Selama ini, frozen food diidentikkan dengan chicken nugget atau sosis, padahal menurut Yuyun, bahan pangan apapun bisa diawetkan dengan cara frozen. Misalnya, kentang beku, ikan beku, bahkan lauk yang dibekukan seperti ayam ungkep, cakalang suwir dan lain sebagainya. 

 

Di tengah pandemi ini, produk pangan beku ini menjadi pilihan bisnis yang menguntungkan. Pertama, karena bisa diproduksi di rumah karena bisa dikerjakan dengan peralatan yang sudah dimiliki di rumah. Kedua, permintaan pasar yang tinggi, yaitu kebutuhan makan selama di rumah saja sehingga membuat para ibu perlu hidangan yang praktis dan sehat untuk makanan keluarganya.  "Frozen food ini jenis pengawetan yang paling sehat. bahkan bila konsisten menjaga rantai dinginnya, maka tidak perlu ditambahin bahan pengawet," kata Yuyun. 

 

Bagaimana memulai bisnis frozen food dari rumah?

 

"Mulailah dengan produksi makanan yang menggunakan fasilitas yang ada, bukan chicken nugget atau sosis yang perlu peralatan mahal, tapi bisa dicoba dengan makanan rumahanan seperti  ayam ungkep, kikil cabe hijau, daging oseng mercon, iga, sup, buah dan lain-lain. Katakanlah untuk oseng mercon cakalang, yang Anda butuhkan adalah  wajan kompor, hand chiller, plastik," saran Yuyun. Intinya, mulailah dengan potensi yang kita miliki dan tahu masakan apa yang setiap hari bisa dihidangkan ke keluarga. 

 

Namun, permainan yang sedemikian ketat, menjadi tantangan bagi pemula. Meski bukan berarti tidak bisa ditembus. Yuyun menyarankan, untuk melakukan pemetaan pasar agar bisa menemukan keunikan dan target market produk Anda. Untuk pasar kelas atas, memang marjin yang bisadidapat bisa besar, namun ceruknya kecil. "Tapi, bila Anda memiliki koneksi yang bagus di pasar ini, silahkan dicoba," kata Yuyun. Sementara, untuk pasar kelas menengah bawah, adalah pasar yang besar dan memiliki ciri tersendiri, salah satunya adalah butuh produk yang volumenya banyak dengan harga yang terjangkau.

 

Namun, Yuyun mengatakan, Anda harus memastikan untuk  rantai dingin produk Anda  tidak terputus. "Misalnya ada pertanyaan, bisa tahan berapa lama di suhu ruang? maka harus disampaikan ke konsumen bahwa produk Anda membutuhkan suhu dingin karena tidak berpengawet. Jadi, suhu  adalah faktor utama," pungkas Yuyun.

 

Anda sudah siap memulai bisnis? (wn)

 

Baca Juga:

Bisnis Olahan Pangan: Mencari Celah di Pasar Minuman Kemasan yang Kompetitif

Menjadi Direktur Telkom, Fajrin Rasyid Salah Satu Pendiri Bukalapak Ini Pernah Berjualan Mie Ayam