Wanita Network

Reopening Your Business: 3 Hal Ini Penting Dilakukan

Foto: Pexels

 

Saat ini pemerintah sedang mengkaji pelonggaran PSBB pada Juni mendatang. Apakah yang perlu diperhatikan oleh para pebisnis dalam persiapan membuka kembali bisnis setelah lockdown? Yang pasti, harus disadari bahwa COVID-19 ini mengubah banyak hal dan kehidupan normal yang lama. A new normal harus dilakukan. Karena itu dalam membuka kembali bisnis pun, para pemilik bisnis tidak bisa berekspektasi bisa kembali ke business as usual.

 

Aturan-aturan baru terkait kesehatan dan tingkah laku konsumen yang berubah juga akan memaksa para pebisnis untuk berpikir hal fundamental, bagaimana mereka harus mengoperasikan usahanya.

 

Bagi hampir semua pemilik usaha, tetap membayar gaji karyawan di masa karantina ini adalah persoalan besar.  Menurut CEO of Basic Business Concepts Marilyn Landis dalam webinar yang diselenggarakan Inc.com dan the U.S. Chamber of Commerce (Jumat, 15/5/2020), “Untuk keluar dari resesi, agar tetap terus dipekerjakan, banyak karyawan yang rela berkompromi dalam hal gaji,” ujar Landis.

 

"Dengan angka pengangguran yang tinggi, dan pergeseran yang dramatis dalam hal ekonomi, di mana-mana mengalami situasi yang sama, bahwa para karyawan dan pemilik usaha harus bekerjasama agar usaha terus jalan dan para karyawan pun tetap dapat penghasilan,” imbuh Landis.

 

Berikut ini 3 cara untuk menghindar dari batu sandungan selama upaya membuka kembali bisnis Anda:

 

1/ Gunakan Dana Tunai Secara Bijak

Terlepas dari bidang usaha apapun yang Anda terjuni, Anda mungkin tidak mengharapkan konsumen akan datang kepada Anda seperti sebelum pandemi corona ini terjadi. Berikut ini beberapa pertanyaan yang diajukan Landis untuk mengetahui bagaimana Anda menggunakan uang tunai secara bijak di dunia yang berubah ini:

Siapakah konsumen baru Anda di dunia yang baru ini?

Di mana Anda menemukan mereka?

Karyawan dan uang seperti apa yang Anda perlukan untuk mengeksekusi planning Anda untuk menjangkau konsumen baru tersebut dan bagaimana membuat mereka membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan?

Bila Anda mengubah arah bisnis Anda, dari mana profit margins yang baru?

 

"Dengan menjawab semua pertanyaan ini, Anda akan menemukan, apa-apa saja yang Anda butuhkan dan menyusun prioritasnya, mana yang harus Anda keluarkan dana terlebih dahulu,” kata Landis.

 

Pahami Protokol Kesehatan

Salah satu risiko yang harus disadari pemilik usaha adalah ketika kita kembali membuka bisnis, maka ada karyawan kita yang positif terkena COVID-19. Karena itu, pemilik bisnis harus benar-benar mempelajari protokol kesehatan dan bagaimana menerapkannya.

 

Untuk di Indonesia, protokol kesehatan bisa dilihat di situs Kementrian Kesehatan atau website Gugus Tugas Percepatan Penangan COVID-19. Salah satunya adalah bagaimana dengan rutin melakukan desinfeksi kantor atau toko atau tempat kita menjalankan bisnis.

 

Memahami Aturan Baru

Selama pandemi ini, pemerintah berbagai negara memberikan stimulus agar ekonomi terus bergerak. Di Indonesia, pemerintah, BI, dan OJK telah mengumumkan stimulus hingga jilid ketiga. Stimulus yang diberikan mencakup fiskal, nonfiskal, serta sektor keuangan. Perinciannya bisa Anda baca di artikel: 3 Jilid Stimulus Untuk Menanggulangi Dampak COVID-19. (w)

Keywords: