Wanita Network

WFH vs WFO, Beda Pendapat Antara Wall Street Dan Silicon Valley  


Foto: Pexels
 
 
Dua industry besar di Amerika Serikat ini mengambil pendekatan yang berbeda dalam mengelola karyawan mereka selama pandemic COVID-19 ini. Menurut laporan CNBNews.com, perbedaan itu memberi gambaran yang jelas bagaimana virus corona sudah mengubah cara mereka bekerja, meski semua masih dalam status menggantung karena pandemi yang belum juga berakhir.

Sebagaimana Lembaga keuangan ikonis lain, Wall Street sudah mendapat kritikan karena berusaha mengembalikan para pekerja untuk kembali ke meja kantor masing-maisng, baik itu di perbankan maupun di institusi keuangan lain, CEO JPMorgan Chase dan Goldman Sachs masing-masing mengatakan keinginan mereka agar karyawan segera masuk kantor. Meski, menurut laporan Bloomberg, pada pekan ini, beberapa karyawan di Manhattan ternyata terkonfirmasi positif Covid-19.

Sementara itu, Silicon Valley yang dihuni para raksasa teknologi seperti Facebook dan Apple memberlakukan kebijakan bahwa karyawan dapat kerja dari rumah hingga akhir tahun 2020 atau awal tahun 2021. Google mengambil Langkah lebih jauh, memberikan izin karyawan bisa kerja dari rumah setidaknya hingga Juli.

Memang ada perbedaan kultur yang seignifikan di antara kedua industry ini. Transisi ini lebih mudah dijalani oleh industry teknologi, menurut pendapat para ahli.
"Dibandingkan jasa keuangan, tekonomi merupakan industry yang belum terlalu matang. Di New York City misalnya, jasa keuangan sudah eksis sejak 150 tahun lalu,” ujar Dave Carvajal, CEO Dave Partners, yang bergerak di bidang keuangan perusahaan-perusahaan teknologi.
 
John Challenger, CEO Challenger, Gray & Christmas, mengatakan, “Memang sangat logis bila masing-maisng bergerak ke arah yang mereka tahu. Perusahaan keuangan yang lama akan berpikir bahwa mereka perlu berada di tempat, sementara perusahaan teknologi sudah terbiasa lebih banyak bekerja secara virtual.”

Meski begitu, bahkan perusahaan teknologi pun mendapati bahwa pandemic ini akhirnya juga membuat mereka menyadari keterbatasannya.

"Proses transisinya memang mudah. Namun ketika pandemi ini snagat tidak menentu dan tidak jelas kapan berakhir, hal ini berpengaruh juga pada karyawan. Bagaimana membuat mereka tetap bersemangat merupakan tantangan kami saat ini,” ujar Sam Caucci, founder dan CEO 1Huddle, start-up business-to-business software.

Analis perbankan melihat, produktivitas JPMorgan Chase memang menurun selama karyawan bekerja dari rumah sejak pandemi Covid-19 ini dimulai. Karena itu, Chase menargetkan, karyawannya bisa ngantor semua setidaknya pada hari Senin.

Memang tantangan bekerja dari rumah tidak sedikit. Selain memang belum pernah dilakukan sebelumnya, banyak karyawan juga harus mendampingi anak-anak mereka dalam proses belajar dari rumah. Karena itu, wajar bila produktivitas menurun.

"Kita memang tidak bisa langsung berharap orang bisa beradaptasi dengan cepat,” pungkas Sam Gaucci. (wn)


Baca Juga:

Kerja dari Rumah, Malah Tidak Sehat?

Terus-terusan di Rumah, Waspadai Cabin Fever!