Wanita Network

Harapan dan Kebangkitan Versi Amotsyamsurimuda

Foto dari virtual fashion show Amot Syamsurimuda. Foto: AMOTSYAMSURIMUDA.

 

Dunia sedang menghadapi pandemi COVID-19 yang berimbas pada ragam industri, salah satu yang paling terpengaruh adalah industri mode. Pemberhentian kegiatan produksi, penutupan toko luring, menurunnya daya beli, hingga perubahan sistem pagelaran dari desainer dan rumah mode di seluruh dunia adalah sebagian masalah yang dialami industri mode. Tidak sedikit juga yang akhirnya tutup akibat masalah finansial.

 

Walaupun demikian, hal tersebut tak membuat para pelaku di industri fashion berhenti berkarya dan tetap berinovasi dalam menjalani bisnisnya. Seperti rumah mode Gucci atau Chanel, satu lagi perancang mode yang mempresentasikan karyanya di tengah pandemi dengan cara virtual. Amot Syamsurimuda pada akhir Juni lalu menghadirkan koleksi tahunan 2020 bersama Studio47 dibawah arahan fotografer mode Glenn Prasetya dan koreografer papan atas Edwan Handoko.

 

Perancang mode Indonesia yang menitikberatkan pada lini mode pria kemudian berkembang menjadi unisex ini menciptakan pakaian yang lebih bersifat tak lekang oleh musim atau tren dan diberi tajuk “Judgement-free Zone”. Koleksi  berjumlah 22 look tersebut bercerita tentang kebebasan berkarya di tengah keterbatasan, harapan, restorasi, dan kebangkitan dirinya yang diharapkan dapat menginspirasi setiap insan kreatif untuk terus bergerak maju meski kesulitan dihadapi.

 

Sebuah sikap 'memberontak' yang positif menolak untuk terkukung dalam kecemasan situasi dunia yang tak menentu.

 

Ayu Gani, pemenang Asia's Next Top Model 2015 yang menjadi satu-satunya model wanita pada peragaan busana virtual tersebut. Foto: AMOTSYAMSURIMUDA.

 

Koleksi kali ini diciptakan menggunakan bahan-bahan yang tersedia pada studio miliknya dan diproses ulang untuk menghasilkan nafas baru seperti bleach dye, penggunaan cat serta tambal-sulam.

 

Warna yang digunakan adalah merah, abu-abu, coklat muda, sentuhan hijau serta warna neon, dan biru. Amot sengaja menghindari warna hitam yang kurang ‘pantas’ pada masa ini. Inspirasi diambil dari gaya teddy boy awal tahun 50-an serta era tahun 80-an yang terkesan berani, bebas, dan eksperimental. Melalui karya ini, diharapkan agar setiap orang dapat bermimpi, mencapai kebahagiaan, dan kebebasan.

 

Melalui akun instagram @amotsyamsurimuda, virtual fashion show ini dapat dilihat dan lakukan pembelian seluruh koleksi. Video proses pembuatannya dapat dilihat pada saluran Youtube AMOTSYAMSURIMUDA STUDIO. (wn)

 

Baca Juga:

Chanel Menolak Perubahan Sistem Industri Mode

Apakah Penerapan Seasonless Pada Industri Mode Akan Berhasil?