Wanita Network

Sedang Dikembangkan, Aplikasi Pendeteksi Covid-19 Lewat Suara Batuk

Foto: Pexels

 

Dua universitas ternama, the Cambridge University, Inggris, dan Carnegie Mellon University, AS, tengah mengembangkan aplikasi yang bisa memprediksi apakah seseorang terinfeksi virus Corona dari suara verbal dan suara batuknya.

 

Diberitakan oleh BBC London, eski kedua universitas tersebut menggunakan pendekatan yang berbeda, keduanya mengandalkan kecerdasan artifisial dari komputer dalam mengolah data. Tujuannya untuk membedakan Covid-19 dengan penyakit infeksi lainnya, termasuk flu.

 

Saat ini Cambridge University tengah mengumpulkan data melalui proyek bernama Covid-19 Sound. Dengan program ini para peserta penelitian diminta untuk bernapas dan batuk melalui mikrofon komputer dan mengisi data diri seperti usia, jenis kelamin, lokasi, dan status tes corona mereka positif atau tidak.

 

Mereka kemudian diminta untuk mengucapkan sebuah kalimat sebanyak tiga kali. “Dari data suara yang terkumpul akan bisa diketahui perbedaan suara orang yang positif dan yang tidak, dan bahkan mungkin tingkat keparahan penyakitnya,” jelas Prof. Cecilia Mascolo, salah satu peneliti.

 

Ia berharap produk aplikasi tersebut akan siap setidaknya dalam dua bulan mendatang. Prof.

 

Hampir sama dengan itu, tim dari Carnegie Mellon menyebut proyeknya dengan Covid Voice Detector. Program ini menyempurnakan upaya yang sudah dilakukan oleh Pittbsburg University sebelumnya dengan cara mengumpulkan data profil suara dan karakter batuk para partisipan.

 

Namun begitu, para peneliti dari kedua universitas itu mengingatkan bahwa aplikasi ini nantinya tidak bisa digunakan sebagai pengganti dari penanganan medis. Periksa ke dokter tetap diperlukan untuk akurasi tes Covid-19. (wn)