Wanita Network

Olahraga Saat Puasa di Tengah Pandemi, Pahami Ini!

Foto: Freepik

 

Diam di rumah bukan berarti tidak bergerak. Apalagi di tengah situasi pandemi seperti saat ini, kita harus selalu menjaga kesehatan agar tidak mudah sakit. Dengan begitu, olahraga sangat penting untuk tetap dilakukan.

 

Praktisi sports therapy, dr. Michael Triangto, SpKO dari Slim & Health Sports Therapy, Jakarta, menyarankan, olahraga yang dilakukan sebaiknya lengkap yaitu aerobik dan anaerobik. Dengan begitu tingkat kesehatan dan kebugaran tubuh akan tetap terjaga. “Karena dilakukan di rumah, maka kita bisa memanfaatkan benda-benda yang ada di rumah, seperti kursi, tali untuk skipping, dan sebagainya,” ia menambahkan.

 

Untuk aerobik kita bisa melakukan jogging di sekitar rumah, skipping di halaman rumah, serta treadmill atau sepeda statis bagi yang punya. Sementara untuk anaerobik kita bisa melakukan squad, push up, atau sit up.

 

Frekuensi olahraga ini adalah 3-5 kali per minggu dengan durasi 30-45 menit. Jangan lupa lakukan pemanasan sebelum latihan dan pendinginan setelah latihan.

 

Tentu bagi yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan, ia melanjutkan, olahraga sebaiknya dilakukan dalam intensitas ringan hingga sedang sehingga tidak akan mengalami kelelahan atau dehidrasi. “Waktunya juga sebaiknya sebelum menjelang berbuka, sehingga seusai berolahraga kita bisa langsung menghidrasi tubuh dengan berbuka,” jelasnya.

 

Bagaimana jika dilakukan setelah salat tarawih? Dokter Triangto tidak menyarankan hal itu, karena biasanya kita akan terpancing untuk melakukan di atas batas kemampuan—intensitas tinggi dan durasi lebih lama. “Kalau itu yang dilakukan maka dikhawatirkan terjadi afterburn effect atau EPOC (excess post-exercise oxygen consumption) yang justru akan mengganggu kualitas tidur kita nanti,” terangnya.

 

Ingin tahu contoh olahraganya? Yuk cek di https://www.instagram.com/p/B_60hzqAsgP/  

(wn)