Wanita Network

Dexamethasone, Obat Berharga Murah Ini Dilaporkan Bisa Menurunkan Kematian Pada Infeksi Corona

Foto: Pexels

 

Obat steroid murah bisa menurunkan tingkat kematian dari infeksi virus corona, membantu pasien-pasien dengan kondisi kerusakan paru-paru yang parah berhasil bertahan, demikian menurut penelitian di Inggris yang dirilis Selasa (16/6) kepada pers.

 

Obat itu adalah dexamethasone, obat yang berusia 60 tahun, dan menjadi pengobatan pertama yang menunjukkan peningkatan kemungkinan pasien COVID-19 bisa bertahan. Obat ini disebut-sebut bisa menurunkan risiko kematian hingga sepertiga pada pasien yang sudah memerlukan ventilator, dan memotong risiko kematian sebesar seperlima pada pasien dengan suplemen oksigen. Tentu saja berita ini membuat harapan baru di seluruh dunia.

 

Otoritas Inggris dengan segera menyetujui penggunaan obat ini di rumah sakit untuk pasien yang membutuhkan oksigen. Perdana Menteri Boris Johnson juga membanggakan penemuan ini dan mengatakan bahwa hasil ini merupakan pencapaian para ilmuwan Inggris yang akan memebrikan dampak baik, bukan hanya untuk Inggris tetapi juga dunia.

 

Dexamethasone merupakan obat steroid yang digunakan untuk mengatasi peradangan, termasuk pada penyakit rheumatoid arthritis. Pada penelitian ini, obat ini diberikan dalam bentuk tablet, cairan maupun injeksi intravena. Beberapa sterorid lain  juga dites untuk melawan COVID-19.

 

Di samping menyatakan optimisme atas penemuan ini, namun para ahli lain meminta para peneliti segera memublikasikan laporan penelitiannya secara detail hingga diperoleh penemuan tersebut sehingga para dokter bisa memelajari untuk bisa mengetahui benefit dan keterbatasan obat ini.

 

“Jika saja obat itu bisa direproduksi dan jika saja penelitian ini segera komplet, maka ini adalah kemenangan besar,… tapi saat ini masih terlalu banyak jika saja…” ujar Isaac Bogoch, seorang ahli penyakit menular di Toronto General Hospital seperti dikutip Washington Post.  “Obat ini murah sekali. Dan ada di seluruh dunia. Setiap dokter di planet ini yang menggunakan obat-obatan berbasis rumah sakit nyaman menggunakan obat ini,” kata Bogoch.

 

Namun, tanpa data yang lengkap dari percobaan di Inggris itu, dokter-dokter seperti Bogoch berada dalam posisi yang sulit.  Menurut Bogoch, jika ada pasien yang datang ke rumah sakit hari ini karena COVID-19, dia tidak yakin apakah akan menggunakan obat itu meskipun tanpa memiliki informasi yang lengkap. Pada Selasa sore, panduan treatmen dari WHO dan National Institute of Health merekomendasikan untuk tidak menggunakan steroid karena masih kecilnya data dan kejadian yang bisa menjadi petunjuk bahwa benefit obat ini apakah ada potensi yang membahayakan. (wn)

 

Baca Juga:

Ditemukan Strain Baru Coronavirus, 10 Kali Lebih Cepat Menular dari COVID-19!