Wanita Network

Karena Corona Singapura Nyatakan Resesi Ekonomi, Menyusul 4 Negara Maju Ini  

Foto: Pexels

 

 

Pandemi COVID-19 sudah memporak-porandakan ekonomi dunia, dan Singapura secara resmi menyatakan mengalami resesi ekonomi. Pengumuman disampaikan oleh Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) Singapura pada Selasa (14/7/2020).

 

Kondisi ini terjadi karena ekonomi Singapura pada kuartal II 2020 minus 41,2% bila dibandingkan kuartal I. Sementara, secara tahunan PDB turun 12,6%.

 

Hal ini lebih buruk dari perkiraan. Para ekonom seperti jajak pendapat Reuters sebelumnya memperkirakan, ekonomi kawasan Asia Tenggara akan mengkerut sebesar 37,4%.

 

Ekonomi Singapura yang ditopang oleh perdagangan memang terpukul keras oleh virus corona. MIT memperkirakan, ekonomi negeri Singa ini dalam setahun bisa berkontraksi 7-4 ?n menjadi resesi terburuk sejak 1965.

 

Selain Singapura, negara-negara yang sudah masuk resesi ekonomi adalah Jepang, Jerman, Italia dan Prancis.

 

Jepang mengumumkan resesi teknis pada Mei lalu (resesi sebenarnya terjadi bila pertumbuhan ekonomi negative dalam dua kuartal berturut-turut atau lebih dalam satu tahun), dan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I minus 0,9 %. Konsumsi swasta turun 0,7%, dan ekspor turun 6,0%. Ekonomi Jepang tahun lalu sudah terkena hantaman kenaikan pajak dan bencana topan.

 

Jerman mengumumkan resesi pada April lalu. Pandemi membuat perdagangan global runtuh, perubahan perilaku konsumen dan ketidakpastian di kalangan investor. Ekonomi anjlok 2,2% pada kuartal I 2020. Padahal pada kuartal IV 2019, ekonomi berkontraksi 0,1%.

 

Bersama Italia, Prancis adalah negara yang mengumumkan resesi terlebih dahulu. Pandemi COVID-19 memang menghantam keras kedua negara ini pada Maret 2020. Sehingga ekonomi pun berkontraksi dua kuartal berturut-turut.

 

PDB Prancis turun 5,8 % pada kuartal I 2020 dan menjadi penurunan terbesar sejak 1949. Padahal pada kuartal IV 2019, sudah merosot sebesar 0,1%. Sementara Italia mengalami penurunan PDB pada kuartal I 2020 sebesar 4,7% dibandingkan kuartal sebelumnya. Kondisi ini terburuk sejak 1995. Sebelumnya di kuartal IV 2019, ekonomi Itali 0,3%. (wn)

 

Baca Juga:

Stimulus Bagi Masyarakat dan Dunia Usaha Untuk Menanggulangi Dampak COVID-19

Andy Fajar Handika: Dari Yogya Membawa Kulina Menjadi Pilihan Makan Siang Karyawan Di Jakarta