Wanita Network

Remdesivir, Obat Untuk COVID-19 Hingga September Diprioritaskan Untuk Pasien Amerika

Foto: Pexels

 

Remdesivir, obat pertama yang menunjukkan efektivitasnya untuk melawan infeksi virus corona yang dikembangkan oleh Gilead Sciences, dengan perjanjian khusus dengan pemerintah federal Amerika, akan didistribusikan  hanya untuk pasien di Amerika hingga September mendatang. Harganya pun sudah ditetapkan, dan tidak bisa dinegosisasikan. Demikian dilaporkan otoritas kesehatan Amerika pada Senin (29/6).

 

Menurut Gilead Sciences, perusahaan farmasi pengembangnya, harga remdesivir ditetapkan sebesar $520 per ampul dalam satu terapi adalah sebanyak 5 kali pemberian sehingga per pasien akan menghabiskan biaya $3.120.  Sedangkan untuk pasien dengan asuransi pemerintah, harganya adalah $390 per ampul sehingga total dalam satu rangkaian terapi adalah $2.340.

 

Namun, obat ini hingga September hanya akan dijual di Amerika Serikat. Artinya, seluruh pasien di Amerika akan mendapatkannya, dan diprediksi mencapai 500.000 terapi.

 

Remdesivir saat ini memang satu-satunya obat yang menunjukkan kecepatan pemulihan pada pasien COVID-19 dengan kondisi berat. Uji klinis dengan responden besar yang disponsori National Institutes of Health, menemukan bahwa obat ini bisa memperpendek kesembuhan pasien hingga rata-rata empat hari, meski tidak mengurangi tingkat fatalitas dari infeksi virus corona. Remdesivir,  obat yang diberikan melalui infus, adalah satu-satunya obat yang sudah disetujui untuk digunakan pada kondisi darurat oleh FDA sebagai terapi infeksi virus corona.  (wn)

 

Baca JUga:

Dexamethasone, Obat Berharga Murah Ini Dilaporkan Bisa Menurunkan Kematian Pada Infeksi Corona