Wanita Network

FDA Setujui Remdesivir Sebagai Obat COVID-19

 
Foto: Pexels

The Food and Drug Administration (FDA) menyetujui remdesivir sebagai obat untuk pasien yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19. Obat yang diproduksi perusahaan farmasi Gilead ini merupakan obat pertama yang disetujui penggunaannya di Amerika Serikat.
 
Sejak Maret lalu, FDA sudah mengizinkan penggunaan remdesivir, yang saat ini dipasarkan dengan merek Veklury, untuk kasus-kasus darurat. Izin itu bisa menjadi indikasi bahwa FDA merasa penggunaan obat itu lebih besar manfaatnya ketimbang risiko yang bisa ditimbulkannya, meski saat itu belum ada bukti jelas yang menunjukkan obat ini bisa membantu kesembuhan pasien.

“FDA berkomitemen untuk mengembangkan dan menyediakan obat untuk COVID-19 yang menjadi kedaruratan terkain Kesehatan masyarakat yang belum pernah terjadi sebelumny,” demikian menurut Komisioner FDA Stephen Hahn seperti dikutip dari theverge.com.

Obat ini menghambat virus untuk bereplikasi. Pertama kali dikembangkan Gilead sebagai obat untuk Ebola, dan dalam penelitian selama beberapa tahun terakhir menunjukkan obat ini bisa menghambat replikasi virus corona SARS dan MERS di dalam sel. Hal inilah yang membuat para ilmuwan mengujinya untuk pengobatan virus corona baru penyebab pandemi COVID-19 ini.

Selama beberapa bulan terakhir, remdesivir menjadi bagian dari pengobatan standar untuk pasien yang dirawat di rumah sakit di Amerika Serikat. Meski data mengenai manfaat obat ini masih sedikit, namun uji klinis menunjukkan bahwa penggunaan obat bisa membantu pasien pulih lebih cepat, meski tidak melindungi pasien dari kematian.

Sebagian besar uji klinis dilakukan dengan memberikan remdesivir pada pasien dengan gejala yang berat, sehingga mungkin saja tidak menampakkan manfaat yang besar dari obat ini, sebab karena obat ini bisa menghentikan virus bereplikasi maka obat ini akan lebih efektif diberikan pada fase-fase awal infeksi, sebelum virus menyebar ke seluruh tubuh.

Pada April lalu, Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Anthony Fauci mengatakan bahwa meski tidak bisa membunuh virus 100 persen, namun obat ini bisa menghambar virus.

Namun, FDA juga menjelaskan keterbatasan obat ini, yaitu hanya disetujui digunakan bagi pasien di rumah sakit. Obat ini juga dilarang diberikan pada anak-anak usia di bawah 12 tahun. Sebabnya, belum ada data bagaimana pengaruh obat ini pada anak-anak, wanita hamil, dan orang-orang yang memiliki masalah ginjal dan hari. Juga belum ada data mengenai interaksi antar obat.
 
“Keterbatasan ini menjadi prioritas dalam pengembangan obat,” imbuh FDA yang menjelaskan sudah meminta Gilead untuk mengembangkan penelitian untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Gilead sendiri akan terus melanjutnya penelitian remdesivir dan saat ini sedang pengujia penggunaan obat pada anak-anak dan pasien COVID-19 yang tidka dirawat di rumah sakit. (wn)
 
 
Baca Juga:

Remdesivir, Obat Untuk COVID-19 Hingga September Diprioritaskan Untuk Pasien Amerika

Dexamethasone, Obat Berharga Murah Ini Dilaporkan Bisa Menurunkan Kematian Pada Infeksi Corona