Wanita Network

Lebih Dari Separuh Warga Area Kumuh Di Mumbay Positif Corona

 

 

Lebih dari separuh dari warga daerah kumuh di Mumbai, India yaitu Chembur, Matunga dan Dahisar, positif virus corona. Demikian hasil survey terbaru. Hasil survey juga menemukan, hanya 16 persen penduduk di wilayah yang sama, tapi bukan Kawasan kumuhnya, terinfeksi virus corona.

 

Hasil ini didapat dari pengetesan secara acak pada 7.000 warga daerah padat Mumbai pada awal Juli lalu yang dilakukan oleh Lembaga think-thank pemerintah, Niti Aayog dan Tata Institute of Fundamental Research. Per 28 Juli ini, ada lebih dari 110.000 kasus positif di Mumbai dengan kematian sebesar 6.187 orang.

 

Lebih dari 1,5 juta penduduk tingga di tiga kawasan yang terletaj di Mumbai sebelah Barat, Timur dan tengah itu. Banyaknya jumlah kasus infeksi di Mumbai menjadikan kota yang didiami 12,5 juta penduduk ini menjadi kota dengan jumlah infeksi terbesar di India.

 

Para peneliti menyakini, jumlah sample mereka representative. “Tiga area itu kami pilih karena memiliki angka kasus positif yang besar, dan di sana juga terjadi percampuran antara kawasan kumuh, kompleks perumahan dan rumah-rumah perkampungan biasa,” ujar Dr Ullas S Kolthur, salah satu peneliti kepada BBC.

 

Hasil yang ditunjukkan dari survey ini menggambarkan bahwa warga miskin yang berbagi fasilitas umum seperti toilet bersama ini merupakan sumber penularan. Selain itu, jumlah wanita yang terpapar virus hingga positif terinfeksi ternyata lebih tinggi ketimbang pria, baik di daerah kumuh maupun bukan.

 

“Ini sangat penarik, meski kami belum tahu persis apa penyebabnya,” imbuh Dr. Kolthur.

 

Seiring dengan penularan virus corona di Mumbay mulai menurun, pemerintah melaporkan ada 717 kasus positif pada Selasa (27/7/2020) yang merupakan angka terendah selama 3 bulan terakhir. Kondisi ini juga menimbulkan pertanyaan, apakah pemerintah menerapkan kebijakan herd immunity, yang akan didapat ketika ada cukup anggota masyarakat yang kebal sehingga bisa menyetop penyebaran virus. (wn)

 

Baca Juga:

Gugus Tugas: Laser Dari Thermometer Gun Tidak Rusak Otak

Prasad Dinesh, Pria Yang Dinyatakan Menulari Separuh Kasus COVID-19 Di Negaranya